Logo Paroki Santo Yohanes Gabriel PerboyreGereja KatolikParoki Santo Yohanes Gabriel Perboyre
Lustrum I - Perlombaan Estafet Rempong
Kembali ke Artikel
Kegiatan Paroki

Lustrum I - Perlombaan Estafet Rempong

Senin, 24 Agustus 2026 · Tim Lustrum I

Dalam rangka memeriahkan Lustrum Stasi Yohanes Gabriel Perboyre Surabaya, sebuah perayaan penuh syukur atas perjalanan, pertumbuhan, kebersamaan, dan karya pelayanan umat, akan diselenggarakan sebuah kegiatan yang tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan seluruh umat. Kegiatan tersebut adalah “Estafet Rempong”, sebuah permainan kebersamaan yang melibatkan perwakilan dari 7 Wilayah dan 1 STPD. Nama Remp ong sengaja dipilih untuk menggambarkan suasana permainan yang seru, heboh, penuh tantangan, dan tentunya mengundang gelak tawa. Namun, di balik keseruannya, Estafet Rempong membawa pesan yang jauh lebih dalam: bahwa perjalanan sebuah komunitas tidak pernah dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kerja sama, kekompakan, kesabaran, kreativitas, dan kemauan untuk saling membantu. Estafet Rempong bukan sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang tercepat atau siapa yang paling unggul. Kegiatan ini dirancang sebagai sebuah pengalaman bersama. Setiap peserta akan diajak untuk bergerak, berpikir, tertawa, berkomunikasi, dan menghadapi tantangan sebagai satu tim. Dalam permainan ini, kemenangan bukan hanya tentang mencapai garis akhir terlebih dahulu, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggota tim mampu saling mendukung dan tidak meninggalkan satu sama lain. Yang membuat kegiatan ini semakin unik adalah penggunaan kostum yang berlapis-lapis. Para peserta akan mengenakan perlengkapan atau pakaian yang membuat gerakan menjadi semakin “rempong”. Berjalan menjadi tidak biasa, bergerak menjadi lebih menantang, dan menyelesaikan setiap permainan tentu membutuhkan strategi serta kekompakan. Justru di situlah letak keseruannya. Bayangkan ketika seorang peserta harus berlari dengan kostum yang berlapis, sementara anggota tim lainnya memberikan semangat dari belakang. Ada yang tertawa karena temannya kesulitan bergerak, ada yang sibuk memberikan arahan, ada yang membantu merapikan kostum, dan ada pula yang berteriak memberikan dukungan. Suasana yang tercipta bukan hanya ramai, tetapi juga hangat. Tawa dan sorak-sorai menjadi bagian dari perayaan syukur atas kebersamaan sebagai satu keluarga besar umat.

“Rempong” yang Mengajarkan Kekompakan

Kata “rempong” biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang ribet, banyak perlengkapan, atau membutuhkan usaha ekstra. Dalam konteks Estafet Rempong, kata tersebut justru menjadi simbol yang menarik. Kehidupan komunitas pun terkadang “rempong”.

Ada banyak karakter.

Ada banyak pendapat.

Ada banyak kegiatan.

Ada banyak tanggung jawab.

Ada perbedaan cara berpikir dan cara bekerja.

Namun, bukankah justru semua itulah yang membuat sebuah komunitas menjadi hidup? Jika semuanya sama, mungkin perjalanan akan terasa lebih mudah, tetapi belum tentu lebih indah. Perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika disatukan dalam semangat kebersamaan. Kostum berlapis dalam Estafet Rempong menjadi gambaran sederhana tentang hal tersebut. Ketika pakaian semakin banyak dan gerakan semakin terbatas, peserta tidak bisa lagi hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia harus memperhatikan teman satu tim. Ia harus menyesuaikan langkah. Ia harus bersabar. Ia harus mau membantu. Dan pada akhirnya, yang “rempong” justru menjadi sesuatu yang menyenangkan ketika dijalani bersama.

Merayakan Lustrum dengan Sukacita

Lustrum bukan sekadar penanda bahwa waktu telah berlalu. Lustrum adalah kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri segala berkat yang telah diterima, dan menatap masa depan dengan penuh harapan. Dalam perjalanan sebuah stasi, tentu ada banyak cerita.

Ada masa penuh sukacita.

Ada masa penuh tantangan.

Ada karya yang berhasil diwujudkan.

Ada harapan yang masih terus diperjuangkan.

Ada generasi yang datang dan tumbuh.

Ada generasi yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan hati bagi perkembangan komunitas.

Semua itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Stasi Yohanes Gabriel Perboyre Surabaya. Karena itu, perayaan Lustrum hendaknya tidak hanya menjadi sebuah acara seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali menyadari bahwa kekuatan terbesar sebuah komunitas terletak pada kebersamaan anggotanya. Estafet Rempong hadir sebagai salah satu bentuk sederhana untuk menerjemahkan semangat tersebut ke dalam sebuah kegiatan yang ringan, lucu, meriah, dan penuh kegembiraan. Melalui permainan, umat diajak untuk kembali menjadi seperti anak-anak: berani mencoba, tidak takut salah, mudah tertawa, mau membantu teman, dan menikmati perjalanan.

Dari Garis Start Menuju Garis Finish

Ketika aba-aba dimulai terdengar, peserta akan bergerak.

Kostum yang berlapis mungkin membuat langkah menjadi lebih lambat.

Tantangan mungkin membuat peserta kebingungan.

Kesalahan mungkin terjadi.

Tawa mungkin pecah.

Sorakan mungkin semakin keras.

Namun perjalanan harus terus dilanjutkan.

Satu peserta menyelesaikan bagiannya, kemudian estafet diteruskan kepada peserta berikutnya. Begitu seterusnya hingga seluruh anggota tim mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi. Bukankah demikian pula perjalanan sebuah komunitas? Tidak semua orang memiliki peran yang sama.

Tidak semua orang hadir pada waktu yang sama. Tidak semua orang berada di posisi yang sama.

Ada yang memulai.

Ada yang melanjutkan.

Ada yang menjaga.

Ada yang mengembangkan.

Ada yang meneruskan kepada generasi berikutnya.

Yang terpenting bukan siapa yang paling lama berada di depan, melainkan bagaimana estafet pelayanan, iman, persaudaraan, dan kasih terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Estafet Rempong menjadi sebuah gambaran kecil dari perjalanan besar tersebut.

Bukan Sekadar Juara

Pada akhirnya, tentu akan ada tim yang mencapai garis finish lebih dahulu. Akan ada sorak-sorai, tepuk tangan, dan mungkin juga penghargaan bagi mereka yang berhasil menjadi pemenang. Namun, sesungguhnya dalam Estafet Rempong, semua peserta adalah pemenang. Pemenang karena telah berani ikut serta. Pemenang karena telah meluangkan waktu. Pemenang karena telah mau bekerja sama. Pemenang karena telah membawa kegembiraan bagi sesama. Dan yang paling penting, pemenang karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Stasi Yohanes Gabriel Perboyre Surabaya yang merayakan Lustrum dengan penuh sukacita. Sebab dalam kebersamaan, kemenangan bukan hanya ketika kita berada di posisi pertama. Kemenangan sejati adalah ketika tidak ada satu pun yang merasa berjalan sendirian.

Penutup

Estafet Rempong diharapkan menjadi salah satu momen yang paling dikenang dalam rangkaian perayaan Lustrum Stasi Yohanes Gabriel Perboyre Surabaya. Dengan melibatkan 7 Wilayah dan 1 STPD, kegiatan ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman. Dengan empat stage permainan, peserta diajak untuk menguji ketangkasan, komunikasi, kreativitas, strategi, dan kekompakan. Dengan kostum yang berlapis-lapis, seluruh peserta diajak menikmati sisi lucu dan “rempong” dari sebuah perjalanan bersama. Pada akhirnya, bukan kostum yang akan dikenang.

Bukan pula siapa yang paling cepat. Yang akan tinggal dalam ingatan adalah tawa, persaudaraan, semangat saling membantu, dan kebahagiaan karena pernah berjalan bersama sebagai satu keluarga. Semoga melalui Estafet Rempong, semangat Lustrum semakin terasa: bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui, bergembira dalam kebersamaan hari ini, dan melanjutkan estafet pelayanan dengan penuh harapan untuk masa depan.

Mari kita kenakan kostum terbaik kita.

Mari kita siapkan tenaga.

Mari kita satukan strategi.

Mari kita lepaskan rasa malu.

Mari kita tertawa bersama.

Dan ketika aba-aba dimulai...

Galeri Foto